Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PKH Pati Peduli, Jembatan Donasi untuk Bayi tanpa Anus

Penyerahan Bantuan dari PKH Pati Peduli kepada Keluarga Ali Shodikin

Pucakwangi, pkhpati.com - Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Pucakwangi bekerjasama dengan tim PKH Peduli Kabupaten Pati pada Sabtu/30/06/, memberikan sejumlah bantuan kepada Ahmad Firdiansyah. Seorang bayi terlahir dalam keadaan tidak memiliki anus, kedua tangan lebih pendek dari ukuran normal dan jari kanan dan kiri tidak lengkap.

Ahmad Firdiansyah lahir tanggal 28 Mei 2018 dari pasangan Ali Shodiqin (29) dan Ayuk Rahawati (21) warga Dukuh Bremi Rt. 03 Rw. 01, Desa Mencon, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati,Jawa Tengah.

Bayi dari kedua pasangan Shodiqin dan Ayuk Rahmawati itu harus menjalani perawatan lanjutan. Tenaga medis Puskesmas menyarankan untuk merujuk ke RSUD Soewondo. Setelah dilakukan pemeriksanaan, pihak keluarga membawanya ke RSUP Kariyadi Semarang untuk menjalani operasi pembuatan anus sementara di bagian perut sebelah kiri pada hari kedua kelahirannya. 

Untuk perawatan lebih lanjut, setiap seminggu sekali Ahmad harus kontrol ke RSUP Kariyadi. Walaupun tindakan operasi dan biaya kontrolnya ditanggung BPJS, namun pihak keluarga masih kesulitan biaya akomodasi ke Semarang dan pembelian kantong colustum (kantong pembuangan tinja). Karena, setiap kali pakai harus diganti dan harus menggunakan bahan steril agar tidak mengakibatkan infeksi. 

Karena keterbatasan biaya pihak keluarga saat ini, Ahmad hanya memakai kantong plastik biasa dan diapers. Kondisi ini mungkin akan berlangsung sangat lama karena Ahmad akan dilakukan operasi kedua (pembuatan jalan pengeluaran kotoran secara permanen) pada usia 6 bulan dan berat badan minimal mencapai 4 kg. 

Semua perawatan itu membutuhkan biaya banyak. Di sisi lain, Shadiqin seperti warga lainnya yang sehari hari hanya sebagai buruh tani dan Ayuk  yang sehari-hari menjadi ibu rumah tangga. Namun hal sebut tidak menyurutkan semangat pak Shadiqin dan keluarga untuk melanjutkan pengobatan Ahmad.  

Donasi untuk Ahmad

Ahmad Firdiansyah

Meski Ahmad bukan lahir dari Ibu peserta PKH, namun Uswatun Hasanah, selaku Pendamping PKH yang mendampingi Desa mencon Pucakwangi menjadi  sarana pengumpulan donasi. Uswatun menyebarkan informasi donasi untuk Ahmad melalui media sosial, terutama jaringan internal PKH untuk pengumpulan donasi. 

“Berawal dari itu, mulai tersebarlah berita tentang Ahmad. Banyak yang terketuk hatinya mengulurkan tangannya untuk Ahmad, baik secara pribadi maupun Lembaga”, tutur Uswatun. 

Selain itu, Uswatun atas nama PKH juga berharap masyarakat luas agar bersedia mendoakan Ahmada agar operasi pembuatan anus bisa berjalan lancar dan berhasil. Ia juga menambahkan, jika ada yang bersedia mengulurkan bantuan untuk Ahmad, bisa langsung menghubungi PKH Peduli Kabupaten Pati atau kepada Saudari Uswatun Hasanah selaku Koordinator PKH Kecamatan Pucakwangi.