SDM PKH Pati mengikuti acara PKH Jateng Fest 2019
"Pendamping harus update info tentang PKH di media sosial yang dimiliki! Ini bukan narsis, tapi menjadi tanggung jawab atas pekerjaan secara millenial."

Kalimat itu masih saja terngiang di telinga. Pesan Pak Ganjar saat PKH Jateng Fest kemarin. Awalnya saya juga berfikir, 'narsis amat ya apa-apa diunggah di media sosial.'

Nyatanya, media sosial menjadi sarana yang baik di era millenial ini untuk menyampaikan sebuah fakta tentang PKH. Kenapa? Karena belum semua orang paham apa dan bagaimana PKH itu.

Di mana pun berada, pasti ada saja yang akan memberi komentar, "PKH salah sasaran," atau "Pendamping PKH kerjaannya apa kok penerimanya enggak tepat sasaran?"

Akan selalu ada yang berpikir dan berkomentar seperti itu. Wajar tentu. Tak kenal maka tak sayang bukan?

Kami terbuka menerima kritik dan masukan yang membangun. Jika ada penerima program yang tidak tepat sasaran, terutama untuk PKH, monggo inbox kami dengan menuliskan nama dan alamat jelasnya. Kenapa? Karena program bantuan sosial di Indonesia bukan hanya PKH. Jika data pastinya disampaikan, dapat kami kroscek dengan data kami (PKH). Jika benar data yang disampaikan adalah penerima PKH, tentu kami dengan senang hati akan melakukan kroscek ulang kepada data tersebut.

Lalu, pendamping PKH kerjanya apa? Kami ada tupoksinya tentu dari Kemensos. Tugas kami dikontrol secara berjenjang, mulai dari koordinator kabupaten, koordinator wilayah, koordinator regional, hingga ke Kemensos.

Alhamdulillah, tahun ini Pati mendapat undangan untuk menghadiri penghargaan Mensos RI di Makassar dalam waktu dekat. Undangan untuk Bapak Bupati Pati yang akan menerima penghargaan untuk nominasi "Graduasi KPM PKH dan pembubuhan NIK terbanyak".

Graduasi?
Graduasi merupakan data penerima PKH yang sudah lulus atau keluar dari program. Kami senantiasa memotivasi peserta untuk mundur ketika kondisi sosial ekonominya sudah membaik. Kami datang dengan baik tentu kami ingin berpisah dengan cara yang baik pula. Hubungan dengan peserta bukan hanya sebatas di program ini, tapi harapannya jauh hingga ke sana, ke surgaNya. Amin.

Graduasi ini adalah upaya kami untuk meminimalkan ke-tidak tepat sasaran yang digaungkan oleh banyak pihak. 

Pembubuhan NIK?
Kami harus melengkapi data peserta PKH dengan lengkap, salah satunya administrasi keluarga (NIK, NO KK, TTL, dll) secara online pada sebuah sistem yang diberi nama E-PKH. E-PKH ini diakses semua pendamping sosial PKH di Indonesia dalam waktu yang sama. Sebuah perjuangan tentu.

Kenapa harus dilengkapi NIK dan NO KK?
Agar bisa dipastikam bantuan itu tidak salah alamat. Sangat mungkin dalam satu rumah tangga ada dua atau lebih nama yang sama kan? Tapi jika NIK dan NO. KK? Pasti beda. Selain itu juga, sistem kami (E-PKH) ini langsung terhubung dengan data capil, Kemendikbud dan Kemenkes.

Bangga dengan capaian ini? Tentu. Tidak kami pungkiri. Semoga tidak menjadikan sebuah kesombongan di hati kami.

Kami hanya ingin berbagi, ini lho kami tidak diam saja. Apa yang kami lakukan pelaporannya sudah terstruktur, yaitu ke Korkab dan seterusnya. (Maaf) bukan kepada netizen 😁. Semoga ke depan kami selalu berbenah untuk melaksanakan amanah ini dengan baik dan semoga Allah memberi berkah dan ridaNya.

Untuk teman-teman SDM PKH Kab. Pati, we proud of you. Mendaki untuk menuju puncak memang penuh halangan, rintangan, serta perjuangan. Tapi, yakinlah bahwa di puncak sana pemandangan pasti indah.

Selalu semangat ya meskipun banyak yang kurang menghargai.

NB: Barokallah untuk Pak Korkab kami, Pak Agus Supriyanto yang juga akan hadir di acara tersebut untuk mendampingi pak Bupati

Pucakwangi, 23 Nopember 2019

Oleh : Wiwik Supriyanti (Pendamping Sosial Kecamatan Pucakwangi)