Senin,  13 Mei 2019 tanpa terasa bulan suci Ramadan telah berjalan 8 hari. Momentum ini dimanfaatkan oleh pendamping PKH desa Kayen, Dr. Abdul Mufid, M.S.I. untuk megisi kegiatan pertemuan kelompok KPM RW07 Desa Kayen dengan kegiatan pesantren kilat di Mushola Baitul Rockim.

Dikutip dari patinews.com beliau mengatakan,
"jangan sampai momentum Ramadan ini terlewat begitu saja tanpa ada materi positif yang bisa diserap oleh KPM." 

Diakuinya bahwa pesantren kilat ini sangat diapresiasi oleh para KPM, karena selama ini pula belum ada kegiatan seperti itu.

Kegiatan pesantren kilat bersama yang diikuti 30 KPM desa Kayen ini membedah kitab kuning Durratun Nasihin. Sebuah kitab dengan tulisan arab tanpa harakat yang sering dipakai para kyai pesantren untuk mengaji disaat Ramadan.

Tema yang diangkat pun sangat menarik, yaitu tentang Lailatul Qadar. Bagaimana persiapan menyambut datangnya Lailatul Qadar dan apa saja yang perlu dipersiapkan.

Dikatakan olehnya, bahwa banyak hal yang harus dipersiapkan untuk menyongsong Lailatul Qadar, di antaranya adalah masalah mensucikan hati dari segala kenegatifan, seperti iri hati, dengki, takabbur, mental ingin dipuji atasan, dan lain sebagainya.

Sebab bila seseorang masih mempunyai hati yang kotor, jangan berharap bisa menjumpai Lailatul Qadar. Tegas pendamping PKH desa Kayen, yang sekaligus pemateri dihadapan para KPM PKH desa Kayen wilayah RW 07.