Tim PKH Pati Peduli saat memberikan bantuan kepada korban banjir

DUKUHSETI, pkhpati.com - PKH Pati Peduli terus berupaya untuk memberikan bantuan berupa logistic kepada korban banjir yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten Pati. Kecamatan pertama yang telah mendapatkan bantuan berupa logistic adalah kecamatan Dukuhseti.

Banjir yang terjadi di kecamatan Dukuhseti, Kamis (8/2/2018) lalu, telah merendam 9 desa diantaranya desa Bakalan, Dumpil, Ngagel, Alasdowo, Dukuhseti, Kembang, Tegalombo, dan Banyutowo.

Sampai dengan hari Jumat(9/2/2018) desa yang terkena dampak sangat parah adalah desa Dukuhseti yang berdampak pada 781 Keluarga di dukuh Krajan, Sepande, Keduwung, dan Slempung, desa Alasdowo 574 Keluarga di dukuh Sengkrongan, dan desa Ngagel sejumlah 400 Keluarga. Di desa Dumpil dan Kembang, masing-masing 25 keluarga dan 50 keluarga  yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan 4 desalainnya masih belum diketahui pasti jumlah keluarga yang terendam banjir.

Tim PKH Pati Peduli sekaligus Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti saat menyalurkan bantuan logistik
Terjadinya banjir di sebagian wilayah kecamatan Dukuhseti disebabkan karena meluapnya sungai-sungai di sekitar desa tersebut dan air kiriman dari arah gunung muria.

“Banjir disebabkan karena luapan sungai Guno desa Ngagel dan Lenggi desa Alasdowo. Kiriman air dari wilayah bukit lereng gunung Muria sebelah utara dan gunung Jugo” kata Supriyanto, Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti.

Penyaluran bantuan dilaksanakan padaJumat (9/2/2018) lalu yang dilakukan oleh Pendamping PKH Kecamatan Dukuhseti. Desa yang dituju adalah desa Ngagel, Alsadowo, dan Dukuhseti yang terkena dampak sangat parah. Bantuan logistic berupa mi instan dan roti disalurkan langsung kerumah-rumah warga yang terendam banjir.

“Bantuan untuk korban banjir disalurkan  hari Jumat di 3 desa yaitu Ngagel, Alasdowo, dan Dukuhseti” kata Pendamping PKH, Nur Istiqomah

Tidak ada korban jiwa dalam bencana banjir yang terjadi di wilayah kecamatan Dukuhseti, tetapi kerugian materil diperkirakan cukup besar dan akses untuk bekerja menjadi lumpuh.