Penyerahan Bantuan Sosial PKH secara simbolis oleh Camat Kecamatan Cluwak

pkhpati.com, Pati – Penyaluran bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk peserta tahun 2016 dilaksanakan kemarin, tanggal 15 Agustus 2017 di kecamatan Dukuhseti, kecamatan Cluwak, Kecamatan Gunungwungkal, dan kecamata Trangkil. Penyaluran bantuan yang dilaksanakan mulai pukul 8:00 pagi tersebut relatif lancar.
 
Di kecamatan Trangkil, sebanyak 554 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) melakukan proses penyaluran bantuan. Penyaluran bantuan sesuai jadwal dilakukan per kelurahan dengan durasi tertentu setiap kelurahannya. Namun ada banyak KPM yang datang sebelum jadwalnya, sehingga menumpuk di luar aula kecamatan trangkil.
 
“KPM sejak pagi sudah mulai berdatangan di Kecamatan karena jadwal saya buat agak memadat sehingga KPM banyak yang berdesakan, tapi berdesakannya KPM bisa teratasi dan proses penyaluran bantuan tetap berjalan lancar” jelas Abdul Mufid, Koordinator PKH Kecamatan Trangkil.
 
Ada kejadian menarik di kecamatan Trangkil, yaitu ada KPM yang lupa mengambil uang bantuan setelah mendapatkan ATM dari verifikator BNI.
 
“Ada KPM yang lupa mengambil uang, jadi setelah dari verifikator dan mendapatkan ATM, lupa tidak antri di teller untuk mengambil uang bantuan. Setelah sadar baru kemudian kembali lagi ke aula untuk antri ambil uang. ” kata Dyah Suci selaku Pendamping PKH Kecamatan Trangkil
 
Berbeda dengan Kecamatan Trangkil, di Kecamatan Cluwak proses penyaluran bantuan berjalan lancar dan prosentase penyaluran bantuan mencapai 93%. Jumlah KPM di kecamatan Cluwak  ada 666 KPM.
 
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar tanpa kendala. Prosentase pencaran 93% dari total 666 KPM, yang bantuannya ditunda ada 45 KPM karena pengurusnya merantau atau meninggal” ujar Wawan Sutrisno selaku Koordinator PKH Kecamatan Cluwak.

Pendamping Dukuhseti bersama dengan KPM
Di Kecamatan Dukuhseti proses penyaluran berlangsung lebih lama karena jumlah penerima bantuan cukup banyak, yaitu 785 KPM. Penyaluran bantuan berlangsung selama 6,5 jam, yaitu selesai pukul 14:30.
 
“Penyaluran bantuan selesai pukul 14:30, tidak ada kendala yang berarti. Cuma masalah data, ada satu KPM yang namanya sama nik nya tidak sama jadinya bantuan ditunda sementara waktu. Selebihnya masalah KPM merantau dan meninggal dunia ” ujar Supriyanto, Koordinator PKH Kecamatan Dukuhseti.
 
Supriyanto juga menambahkan “karena ada beberapa KPM yang lumpuh dan stroke juga ada kpm yang cacat jadi kita berinisiatif pinjam kursi roda untuk mempermudah KPM dalam pengambilan uang. Kalau harus berjalan sangat repot dan bisa menghambat waktu.”
 
Penyediaan kursi roda untuk membantu KPM yang kesulitan berjalan selama proses penyaluran bantuan ini merupakan hal baru dan berbeda.  Selain untuk memudahkan KPM,  hal tersebut juga diharapkan agar bisa menginspirasi Pendamping Kecamatan lain untuk melakukan kebaikan.

Kecamatan terakhir yang melakukan penyaluran bantuan kemarin adalah kecamatan Gunungwungkal dengan jumlah 686 KPM. Proses penyaluran bantuan yang berlangsung selama 6 jam tersebut jua berjalan lancar.

“Selesai pukul 14:00, berjalan lancar” ujar Waasiatun Khasanah, Koordinator PKH Kecamatan Gunungwungkal

Jumlah bantuan untuk tahap I ini sebesar Rp 500.000,00 yang langsung diberikan kepada KPM saat proses penyaluran bantuan sekaligus pembukaan rekening bank BNI di masing-masing Kecamatan. KPM tidak hanya mendapatkan uang tunai pada tahap I ini,  melainkan KPM juga mendapat buku rekening dan kartu KKS.
 
Selanjutnya KPM dapat mengambil sendiri dana bantuan di Agen BNI46, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), atau di E-Warong dengan menggunakan kartu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) baru yang diberikan ketika penyaluran bantuan di kecamatan. Kartu tersebut selain berfungsi sebagai kartu identitas penerima bantuan sosial, juga berfungsi sebagai kartu ATM.