Salah seorang KPM yang melakukan pencairan bantuan non-tunai PKH 2017


pkhpati.com, Margoyoso – Pencairan bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap I di Kabupaten Pati berlanjut ke Kecamatan Margoyoso, Selasa (1/8/2017). Aula Kecamatan Margoyoso yang dijadikan tempat pencairan bantuan non tunai PKH tahap I tersebut tampak ramai sejak pagi. Para keluarga penerima manfaat (KPM) tampak antri dari jam 7 pagi.

Proses pencairan sempat berjalan kurang tertib karena banyaknya penerima bantuan yang berdesakan ingin memasuki aula, namun keadaan kembali normal setelah petugas PKH menertibkan kembali antrian.

“tadi sempat kurang tertib karena ada desa yang pesertanya lebih dari 300 orang dan berebut ingin memasuki aula. Di dalam aulapun sempat kurang tertib karena banyaknya antrian, tapi hanya sebentar, setelah itu antrian kembali kondusif” ujar Patumi selaku petugas PKH Kecamatan Margoyoso

Jadwal penyaluran bantuan tahap I di Kecamatan Margoyoso (sesuai jadwal) akan dilaksanakan mulai tanggal 1 Agustus sampai 3 Agustus 2017 dari jam 8:00 pagi sampai jam 14:30 sore. Namun karena berbagai pertimbangan, akhirnya disepakati menjadi 2 hari saja, sehingga penyaluran bantuan tahap I akan berakhir tanggal 2 Agustus 2017.

“Seharusnya dari tanggal 1 sampai 3 Agustus, tapi saat hari pertama pencairan bantuan antrian tampak lebih sering kosong dan malah selesai lebih cepat dari jadwal yang seharusnya.” imbuhnya

Petugas PKH Kecamatan Margoyoso, Afriana mengatakan jumlah peserta yang melakukan pencairan bantuan di hari pertama sebanyak 717 KPM, sedangkan di hari kedua sebanyak 1900 KPM.

“Hari pertama 717 KPM, sedangkan di hari kedua sebanyak 1900 KPM. Hari kedua lebih banyak karena seharusnya dilakukan 2 hari, tapi kita padatkan jadi sehari. Dan pencairan hari kedua kita mulai lebih pagi, dari jam 7:00 pagi dan selesai jam 15:00 sore ” Ujarnya

Jumlah peserta PKH Kecamatan Margoyoso yang melakukan pencairan tahap I sebanyak 2617 KPM. Namun ada sejumlah KPM yang bantuannya ditunda karena berbagai kendala.

“KPM yang bantuannya ditunda ada 135 peserta karena pengurusnya merantau dan ada yang pengurusnya meninggal dunia, sehingga tidak bisa hadir saat aktivasi tabungan dengan pihak BNI” ujar Maela Husna selaku Petugas PKH Kecamatan Margoyoso

Selain ada bantuan yang ditunda, ada juga yang buku tabungannya tertukar dengan milik orang lain, penyebabnya adalah kesamaan nama yang dimiliki KPM. Hal ini juga menjadi koreksi bersama antara Pendamping PKH dan pihak Bank BNI untuk lebih teliti.