KPM antre saat proses penyaluran bantuan
 
pkhpati.com, Pati - Selasa, 22 Agustus 2017 telah dilaksanakan penyaluran bantuan non-tunai PKH untuk KPM (Keluarga Penerima Manfaat) tahun 2013, yang kami sebut sebagai penyaluran bantuan kloter kedua. Penyaluran bantuan dilakanakan di Aula Kecamatan Pucakwangi dan dimulai dari pukul 08.00-13.00 WIB. Berbeda dengan sebelumnya, penyaluran bantuan kali ini dimulai lebih awal karena tidak ada pembukaan oleh Camat Pucakwangi dan simbolisai penerimaan bantuan non tunai.

KPM datang ke lokasi penyaluran bantuan tepat pada jadwal yang sudah diinformasikan Pendamping PKH. Bahkan KPM datang lebih awal sehingga harus menunggu lebih lama sehingga kantor Kecamatan Pucakwangi dipadati oleh KPM sejak pagi. Meski begitu, antrian tidak berjubel dan berjalan dengan lancar sesuai jadwal. Tampak Pendamping PKH Kecamatan Jakenan juga membantu mengkondisikan KPM sehingga penyaluran bantuan bisa berjalan sesuai prosedur.
 
Hal tersebut seperti yang diungkapkan oleh Wiwik Supriyanti, selaku Pendamping Kecamatan Pucakwangi, “Alhmadulillah kita dibantu oleh Pendamping Kecamatan Jakenan. Jadi saat kita melakukan pengecekan ulang, penyaluran bantuan masih bisa berjalan dengan baik dan terkondisikan.”
 
Banyak hal menarik yang terjadi di lokasi penyaluran bantuan, salah satunya adalah cerita Ibu Sukarti, KPM Desa Lumbungmas. Ibu Sukarti kehilangan ATM dan buku Rekening yang masih tersimpan diamplopnya. Beliau sadar saat sudah sampai di rumah dan beliau langsung menghubungi Pendamping yang bersangkutan untuk menginformasikan bahwa ATM dan buku rekeningnya hilang. Akhirnya, Pendamping menginformasikan hal tersebut ke pihak BNI dan meminta agar ATM diblokir. Alhmadulillah, ATM dan buku rekening yang hilang tadi ditemukan kembali oleh ibu Sukarti di jalan. Pada akhirnya, Ibu Sukarti disuruh kembali ke lokasi penyaluran bantuan untuk aktivasi ulang ATM.
 
Ada beberapa kendala yang dihadapi pada penyaluran bantuan kali ini. Diantaranya adalah adanya pengurus KPM yang meninggal dan merantau sehingga Bantuan ditunda penyalurannya. Ada beberapa nama KPM yang tercantum pada jadwal kemarin, namun ATM dan buku rekeningnya belum ready. Hal ini membuat KPM kecewa, karena sudah didatangkan oleh Pendamping ke lokasi penyaluran bantuan. Saat Pendamping menanyakan ke petugas BNI, petugas BNI pun mengaku tidak tahu dan mengaku bahwa kasus tersebut baru terjadi di Kecamatan Pucakwangi selama proses penyaluran bantuan non tunai kloter kedua.
 
Hal tersebut dipaparkan oleh Ibu Retno, selaku Person In Charge (PIC) Kecamatan Pucakwangi saat evaluasi purna penyaluran bantuan , “ harap dimaklumi ya, Mbak. Kami harus lembur untuk menyatukan rekening dan ATM ini kedalam amplop, karena dari sana masih dalam keadaan terpisah. Adapun untuk kasus ini, kami tidak tahu. Dan ini merupakan kasus pertama kali sehingga kami tidak persiapan membawa ATM dan buku rekening cadangan.”
 
“Nama – nama ini nanti bisa ikut di penyaluran bantuan selanjutnya.” Imbuhnya di sela-sela evaluasi siang itu sambil menunjukkan catatannya.

Dari 943 KPM Kecamatan Pucakwangi yang tercantum di daftar penyaluran bantuan kemarin, masih ada 14 KPM yang belum menerima dana bantuan karena pengurusnya meninggal ataupun merantau, dan 4 KPM yang namanya tercantuam namun tidak ada ATM dan kartunya. Dengan begitu, KPM yang telah melakukan penyaluran bantuan ada 924 KPM.

 
Oleh: Nur Hasanah